Jakarta (Pinmas)--Penyelenggaraan Seleksi
Tilawatil Quran (STQ) diharapkan dapat menjadi faktor dalam
menyelamatkan dan melestarikan nilai-nilai budaya bangsa. Hal tersebut
disampaikan oleh Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar ketika launching
Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional XII di Kantor...
Jakarta (Pinmas) --- Penyusunan Al-Qur’an
Braille dan Terjemahnya penting dalam rangka pelayanan publik,
khususnya pelayanan keagamaan, mengingat ada kebutuhan yang sama di
kalangan tunanetra untuk dapat memahami dan menghayati isi dan
kandungan Al-Qur’an sebagaimana Al-Qur’an dan Terjemah...
Jakarta (Pinmas)-- Wakil Menteri Agama
(Wamenag) Nasaruddin Umar mengatakan, kini para qori dan qoriah
Indonesia selalu diperhitungkan oleh negara lain ketika mengikuti
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional, karena selalu mendapat
peringkat pertama atau kedua di berbagai lomba.
Indonesia...
Semakin bertambah umur kita setahun, semakin dekat kepada ajal.dan
semakin dekat dengan ajal. Semakin dekat pula dengan liang kubur.
Karena itu hendaklah umur kita yang ada sekarang ini dapat kita
pergunakan sebaik-baiknya sebelum datang ajal, sebelum umur kita
bercerai dengan badan.. Jangan terlambat dan jangan kita terperdaya
karena kekuatan kita, karena kekayaan, karena pengaruh besar, semuanya
itu akan berakhir bila malaikat maut sudah menceraikan roh kita dari
badan.
Marilah kita perhatikan sabda nabi; sebaik-baik manusia adalah orang
yang diberi panjang umur dan umur yang panjang itu dipergunakan untuk
membikin kebaikan sebanyak-banyaknya, dan sejahat-jahat manusia ialah
orang yang di beri Tuhan umur panjang tetapi umur panjang itu
dipergunakan untuk membikin kejahatan dan kerusuhan-kerusuhan saja.
Selanjutnya kita perhatikan pula sabda Nabi Muhammad SAW berikut: Siapa
siapa yang sudah masuk umurnya empat puluh tahun tetapi kebaikannya
belum dapat mengalahkan kejahatannya, maka lemparkanlah saja ke dalam
api neraka jahanam. Dengan sabda Nabi tadi, itu dapatlah kita mengambil
perhatian dan keainsyafan supaya kita dapat menggunakan umur kita yang
berharga ini dengan sebaik-baiknya menurut apa yang telah di gariskan
oleh agama kita serta diridhoi Allah SWT.
Umur yang yang kita pakai sekarang ini akan kita pertangggung jawabkan
kepada Allah, untuk apa saja umur kita habiskan, untuk apa lagi umur
kita pakai, semuanya diminta pertanggungjawaban olah Allah kepada kita.
Baru saja selesai dikuburkannya jasad kita, belum lagi hilang jejak
telapak kaki manusia yang mengantarkan ke kubur, pertama-tama yang
ditanyakan Allah ialah mengenai umur, kemana dihabiskan dan untuk apa
di gunakan.
Pada waktu itu tidak dapat berdusta sedikitpun, sebab seluruh anggota
badan menjadi saksi tentang apa dan untuk apa dipergunakan umur yang
sekian puluh tahun dipakai. Barulah pada hari itu timbul penyesalan
yang mana penyesalan tidak berguna lagi sebab pintu rahmat dan ampunan
sudah ditutup dan sesal kemudian tak ada gunanya lagi.
Menangislah, merataplah karena menyesali perbuatan-perbuatan pada waktu
itu, namun tangis dan ratap tidak menolong sedikitpun. Umur akan
melaporkan kepada Allah semua apa telah di perbuat dan di kerjakan
didunia, dengan tidak dapat dikurangi dan ditambah sedikitpun. Umur
akan menceritakan dihadapan Allah nantinya,bahwa aku selama berada di
tubuh si anu sekian tahun lamanya, sekian kali dibawa bermaksiat,
berjudi dan lain sebagainya.
Bagi manusia yang beriman kapada Allah pasti mempercayai bahwa pada
suatu saat yang telah ditentukan umurnya akan bercerai dengan badan
bila ajalnya sudah datang dan dia berpulang ke rahmatullah buat
mempertanggungjawabkan umurnya kepada Allah. Bila kepercayaan ini sudah
tumbuh dan sudah menjadi keyakinan yang kuat, masing-masing manusia
tentu akan berhati-hati untuk sisa umurnya yang tinggal ini, yaitu
penghabisan umur yang baik.
Sebagai penutup marilah kita gunakan kesempatan hidup kita untuk
memperbaiki langkah kita yang lalu agar mencapai kehidupan yang
berbahagia dan sukses memperoleh kemenangan yang diridhoi oleh Allah
SWT. Walllaahu a’lambissowab. (H. Muhammad G. Rohedi, dari berbagai
sumber
3 Ags 2011 ... Atas dasar tersebut, Ustadz M. Dzikron Al-Hafidz rahimahullah (Pendiri Pondok Pesantren Tahfidz Ibadurrahman, Surakarta), membuat sebuah ...
Segala
puji bagi Allah yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.Yang menundukkan
makhluk dengan kemuliaan dan hukum-Nya. Yang melunakkan hati
hamba-hamba-Nya, dan menyinarimata hati mereka dengan nur-nur hidayah
yang dikandung oleh kitab-Nya dan Sunnah Rasul-Nya.
Shalawat
dan salam kepada makhluk-Nya yang paling mulia dan penutup
Rasul-Rasul-Nya,Muhammad, yang membimbing manusia kepada Tuhan
mereka,dan yang menundukkan hati mereka dengan jalan-jalan hidayah yang
dia bawa kepada mereka, dan kepada keluarganya, para sahabatnya beserta
orang-orang yang mengambil petunjuknya dan mengikuti sunnahnya sampai
hari Kiamat. Amma ba'du.
Buku ini merupakan salah satu upaya utuk mempermudah belajar membaca al quran dengan murotal sehingga ketika membaca seorang qori’ merasa lebih enjoy.Selain itu Al quran akan mampu dan memberikan daya tarik bagi siapa saja yang membacanya dan yang mempelajarinya.
Kekurangan
dalam buku ini adalah kedangkalan ilmu Al qu’an bagi penulis maka sebagai
seorang muslim wajib menegur dan meluruskannya, dan tak lupa penulis ucapkan
jazakumullah kepada ‘Alim ‘ulama yang telah membimbing kami terutama
kepada ustadz Dzikron al- Hafidz –semoga Allah merahmatinya—sebagai pembimbing penulis
Penulis berharap’mudah-mudahan bermanfaat bagi kaum muslimin
MURI-Q (Murottal Irama Qur’an) [Metode Praktis Membaca dan Melagukan Bacaan Alquran Sesuai Tajwid] MURI-Q adalah suatu metode untuk mempelajari irama melantunkan Al-Quran yang sesuai dengan tahsin/tajwid yang benar. Membaca ayat-ayat Alquran terasa lebih
indah dan menyentuh jika dilagukan dengan irama yang indah pula. Atas
dasar tersebut, Ustadz M. Dzikron Al-Hafidz rahimahullah
(Pendiri Pondok Pesantren Tahfidz Ibadurrahman, Surakarta), membuat
sebuah terobosan pembelajaran membaca Alquran dengan irama. Metode ini
dinamakan MURI-Q (Murottal Irama Quran)
Firman Allah Ta’ala, “Dan bacalah Al-Quran itu dengan perlahan/tartil.” (Q.S Al Furqan 32)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan, “Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maksud hadits ini adalah membaca Al-Qur’an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhroj hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan kaidah tajwid.
MURI-Q menggabungkan metode praktis
membaca Alquran dan teknik melagukan bacaan Alquran sesuai tajwid.
MURI-Q merupakan usaha menumbuhkan jiwa kaum muslimin utk gemar dan
cinta membaca Alquran.Buku ini sangat cocok untuk digunakan di lembaga
pendidikan, TPA/TPQ, hingga di kalangan umum. Metode MURI-Q bisa
diterapkan untuk anak-anak, remaja, maupun orang tua yang ingin belajar
membaca Alquran dengan benar dan indah. Lebih mudah, praktis, dan
efektif. Mempelajari MURI-Q sangatlah mudah.
Cukup dengan melihat buku yang di dalamnya terdapat contoh-contoh bacaan
dari yang mudah sampai yang sulit.