OValidasi Akta Cerai Pengadilan Agama hadir di SIMKAH 3.0.16.79

  • MULAI TAHUN 2015, SEMUA PELAYANAN PADA KUA BANYUMAS GRARTIS, KECUALI NIKAH DILUAR KUA DAN DILUAR JAM KERJA


  • Ariessoftware | Global IT Solution. Profil KUA Kecamatan Mapilli

    SELAMAT DATANG DI KUA KECAMATAN BANYUMAS




  • Dengan tulisan berputar, Cursor Anda dapat bicara.

  • Dengan chating key board Anda yang bicara

  • Clik -

    MENUJU SIMKAH JATENG 100 %ACARA TEMU OPERATOR SIMKAH TINGKAT PROP. JATENG ,15 -16 NOP. 2014 DI MAGELANG, MARI SEGERA KITA SUKSESKAN SEMUA PROGRAM SIMBI

    SIMKAH ONLINE >> SIMKAH ONLINE >><<>><<>>

    Hikmah Tahun Baru Islam

    Makna Hijrah. NIKAH DI BULAN SURO Bagi sebagian orang (terutama di Jawa ...

    MARI SHOBAT, KITA MAJU TERUS UNTUK MENGELOLA INFORMASI !

    LAYANAN KUA ONLINE : SIMBI, SIMKAH, SIMAS, SIMZAT, SIWAK, SIMPEG DAN SISKOHAT, IKUTILAH TERUS PERKEMBANGAN SIMBI !


    MOHON PERHATIAN ! KEPADA SELURUH CATIN DIMOHON UNTUK MENYIAPKAN DATA DIRI SECARA LENGKAP DAN SINKRON MULAI DARI : KTP, AKTA, IJAZAH DAN KK, KARENA SIMKAH UNTUK SAAT INI SUDAH ONLINE DENGAN DATA KEPENDUDUKAN PADA DINDUK CAPIL DAN DEMIKIAN PULA VALIDASI DATA ORANG TUA. TERIMA KASIH ( OPERATOR SIMKAH KUA BANYUMAS )

    Alumni TOT SIMBI Harus Siap Tularkan Semangat dan ..







    Kepala KUA yang Baru
    H. SALAM, S.Ag
    NIP : 196107131988031003
    Pemerintah Berlakukan Nikah di KUA Gratis ( Catin Yang Mengundang / Nikah di luar KUA, Setor Biaya Nikah Lewat Rekening Bank )

    contoh pembayaran administrasi KUA.pdf - SIMBI

    LihatSIMKAH ONLINE

    PERHATIAN : TERNYATA MASIH BANYAK SIMKAH YANG BELUM ONLINE PADA PROGRAM SIMBI

    Senin, 21 Januari 2013

    MAULID NABI


    Makna dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW
    Sabtu, 19 Januari 2013 09:18
    Tanggal 12 Rabiul Awalmaulid-nabi Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salibis. Yang kemudian, menghasilkan efek besar berupa semangat jihad umat Islam menggelora pada saat itu. Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa ajaran agama Islam. Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pemimipn besar yang sangat luar biasa dalam memberikan teladan agung bagi umatnya.

    Dalam konteks ini, Maulid harus diartikulasikan sebagai salah satu upaya transformasi diri atas kesalehan umat. Yakni, sebagai semangat baru untuk membangun nilai-nilai profetik agar tercipta masyarakat madani (Civil Society) yang merupakan bagian dari demokrasi seperti toleransi, transparansi, anti kekerasan, kesetaraan gender, cinta lingkungan, pluralisme, keadilan sosial, ruang bebas partisipasi, dan humanisme. Dalam tatanan sejarah sosio antropologis Islam, Nabi Muhammad SAW dapat dilihat dan dipahami dalam dua dimensi sosial yang berbeda dan saling melengkapi.

    Pertama, dalam perspektif teologis-religius, Nabi Muhammad SAW dilihat dan dipahami sebagai sosok nabi sekaligus rasul terakhir dalam tatanan konsep keislaman. Hal ini memposisikan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok manusia sakral yang merupakan wakil Tuhan di dunia yang bertugas membawa, menyampaikan, serta mengaplikasikan segala bentuk pesan “suci” Tuhan kepada umat manusia secara universal.

    Kedua, dalam perspektif sosial-politik, Beliau dilihat dan dipahami sebagai sosok politikus andal. Sosok individu Nabi Muhammad SAW yang identik dengan sosok pemimpin yang adil, egaliter, toleran, humanis, serta non-diskriminatif dan hegemonik, yang kemudian mampu membawa tatanan masyarakat sosial Arab kala itu menuju suatu tatanan masyarakat sosial yang sejahtera dan tentram.

    Tentu, sudah saatnya bagi kita untuk mulai memahami dan memperingati Maulid secara lebih mendalam dan fundamental, sehingga kita tidak hanya memahami dan memperingatinya sebatas sebagai hari kelahiran sosok nabi dan rasul terakhir yang sarat dengan serangkaian ritual-ritual sakralistik-simbolik keislaman semata, namun menjadikannya sebagai kelahiran sosok pemimpin.

    Karena bukan menjadi rahasia lagi bila kita sedang membutuhkan sosok pemimpin bangsa yang mampu merekonstruksikan suatu citra kepemimpinan dan masyarakat sosial yang ideal, egaliter, toleran, humanis dan nondiskriminatif, sebagaimana dilakukan Nabi Muhammad SAW untuk seluruh umat manusia. Kontekstualisasi peringatan Maulid tidak lagi dipahami dari perspektif keislaman saja, melainkan harus dipahami dari berbagai perspektif yang menyangkut segala persoalan. Misal, politik, budaya, ekonomi, maupun agama.

    (01/19/13) Makna dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW

    Tanggal 12 Rabiul Awal Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini dilaksanakan ...
    Read more...

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar